Japanese Songs, Lyrics, and All About Japan

Tampilkan postingan dengan label Traditional and Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traditional and Culture. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 November 2017

Maneki Neko dan Sejarah di Balik Kucing Pembawa Keberuntungan

Maneki Neko dan Sejarah di Balik Kucing Pembawa Keberuntungan

Maneki Neko dan Sejarah di Balik Kucing Pembawa Keberuntungan

Pernahkah kalian melihat sebuah hiasan/pajangan atau patung berupa Kucing berawarna yang memiliki lonceng emas di lehernya seperti Doraemon dan sambil mengangkat kaki depan kanan serta kakinya bisa di gerakkan? Mungkin di antara kalian pernah melihat benda tersebut di sebuah toko - toko maupun restaurant ala ke Jepang dan Cina.

Yap! Benda tersebut bernama Maneki Neko atau yang memiliki arti "Kucing Mengundang".

Image Source: JAPAN THIS!
 Maneki Neko merupakan sebuah pajangan yang berbentuk kucing yang imut asal Jepang tersebut, terbuat dari keramik atau porselen. Kucing yang di hiasi dengan gantungan lonceng di lehernya ataupun terkadang koin, serta sambil memagang sebuah emas batangan di tangan kirinya ataupun sebaliknya. Namun, model dari Maneki Neko ada beberapa jenisnya serta maksud dan tujuan di balik itu.

Maneki Neko sendiri dipercaya bisa membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasanya sering kita lihat dan di pajang di Toko, restaurant, serta tempat-tempat usaha lainnya. Di percaya bahwa bila kaki depan kanan Maneki Neko yang di angkat maka akan mendatangkan uang atau rejeki yang numpuk. Sementara, bila kaki depan kiri Maneki Neko yang di angkat, maka akan mendatangkan pembeli.

Image Source: Mrs. Lin's Kitchen

 

Di samping itu, Maneki Neko juga memiliki beragam jenis warna sebagai simbolis dari si Kucing pembawa keberuntungan tersebut, diantaranya;
-Warna Putih: kebahagiaan, kemurnian, dan hal positif akan datang.

-Warna Emas: Kekayaan dan Kemakmuran.

-Warna Hitam: Keamanan, dan Menangkal dari Roh Jahat/Kesialan.

-Warna Pink: Sukses dalam cinta dan hubungan. 

-Warna Merah:  Perlindungan dari Kejahatan dan Penyakit

-Warna Hijau: Pendidikan yang baik

-Warna Campuran: Kombinasi dari warna tradisional dan di anggap paling beruntung.

Image Source: WordPress.com
 Tida hanya dari segi warna saja penggambaran dari Maneki Neko, tapi bisa di lihat juga dari benda yang dia pegang di kakinya, diantaranya; 

-Koin/Koban 1 Ryo yang artinya: "Kekayaan dan Kelimpahan Materi". Itu adalah sebuah koin Jepang dari periode Edo, yakni ryo yang dianggap sebagai keburuntungan saat itu.

-Bib(kain selendang di leher kucing) dan Bell (lonceng) yang artinya: "berhubungan dengan perlindungan, juga kekayaan dan kelimpahan materi"

-Palu uang ajaib yang artinya: Jika kalian melihat palu kecil, ini mewakili kekayaan. Saat di gerakkan, palu itu seharusnya bisa menarik kekayaan.

-Seekor ikan mas yang artinya: Ikan itu simbolis kelimpahan dan keberuntungan.

-Sebuah marmer atau permata: salah satu penarik kelimpahan. Beberapa orang percaya kalau itu bola kristal dan mewakili kebijaksanaan.

Image Source: The Origami Magazine
Image Source: loswiaheros.pl

 

Kita mungkin sudah cukup mengetahui makna dan berbagai jenis dari Maneki Neko tersebut, tapi tahukah kalian sejarah mulanya Manei Neko? 

Ada beberapa cerita tentang asal usul dari Maneki Neko, namun masih sulit di tentukan versi yang paling benar, diantaranya;

-Legenda Jishō-in

Menurut legenda dari Jisho-in, sebuah kuil di Shinjuku Tokyo, ada seorang samrai bernama Ota Dookan sedang tersesat di jalan setelah hampir kalah dalamPertempuran Egotagahara (sekitar 1476-1478). Tiba-tiba di hadapannya, muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan, dan mengajaknya untuk beristirahat di Jishō-in. Setelah beristirahat, kekuatan Ōta Dōkan pulih dan menang dalam pertempuran.  Sebagai rasa terima kasih, patung Jizōson berbentuk kucing dipersembahkan kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.

 

-Legenda Gōtoku-ji

Penguasa Domain Hikone  yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang berburu, dan lewat di depan kuil Gōtoku-ji. Di depan pintu gerbang, ia melihat kucing peliharaan biksu yang seperti memanggilnya untuk masuk ke kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka. Lalu dia masuk ke dalam kuil untuk beristirahat. Ketika baru saja ia meluruskan kaki, selintas turun hujan disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasih kepada kucing di kuil, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gōtoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah.  

Gotokuji Cat Temple
Image Source: Broke Tourist

 

Source: Wikipedia
-Ada juga legenda populer lainnya tentang asal-usul Maneki Neko. Yang pertama bercerita tentang seorang pria kaya yang berlindung dari badai hujan di bawah pohon di samping sebuah kuil. Dia melihat seekor kucing yang sepertinya sedang memanggilnya, jadi dia mengikutinya ke dalam kuil. Tak lama kemudian, kilat menimpa pohon tempat dia berdiri. Karena kucing itu telah menyelamatkan hidupnya, pria itu sangat bersyukur, lalu dia menjadi dermawan di kuil tersebut dan memberinya banyak kemakmuran. Saat dia meninggal, patung kucing itu dibuat sebagai bentuk kehormatan.

-Dan bahkan legenda umum lainnya yang sangat aneh dan menyeramkan, yakni ada Seorang geisha memiliki seekor kucing peliharaan yang dipujanya. Suatu hari, kucing tersebut menarik kimono-nya dan si pemilik rumah pelacuran mengira kucing itu dikuasai roh jahat, jadi dia memotong kepalanya dengan pedang. yap mengerikan.Kepala kucing terbang mendarat di atas seekor ular yang hendak menyerang wanita lalu kepala tersebut membunuh si ular dan menyelamatkan wanita itu. Si geisha sangat bingung dengan hilangnya kucingnya sehingga salah satu pelanggannya membuat patung kucing untuk menghiburnya.

 

 

 

___________________________________________________

Berikut Sejarah dan asal usul Maneki Neko si Kucing Pembawa Keberuntungan yang biasa di pajang di tempat usaha maupun restoran. Kebenaran asal mulanya Maneki Neko masih di perdebatkan. Namun, sebagian besar akan setuju bahwa Maneki Neko pertama kali muncul pada masa Edo di Jepang (abad ke-17 sampai pertengahan abad ke-19).

Jika kalian suka dengan tulisan di blog ini, silahkan support kami dengan cara klik "Share" dan bagikan ke Facebook, Twitter, maupun media sosial lainnya. Dan follow terus blog ini untuk mengetahui setiap updatean terbarunya.
Terima Kasih :) 

 

Sabtu, 28 Oktober 2017

Boneka Teru Teru Bozu: Sejarah Tragis di Balik Boneka Pembawa Cuaca Baik di Jepang

Boneka Teru Teru Bozu: Sejarah Tragis di Balik Boneka Pembawa Cuaca Baik di Jepang

Boneka Teru Teru Bozu asal Jepang ini sebenarnya bukanlah sebuah boneka biasa dan memiliki bentuk yang lucu. Boneka tradisional asal Jepang tersebut terbuat dari kain putih atau kertas yang di isi di bagian kepalanya hingga membentuk bulat dan di gantung di tepi jendela menggunakan benang.


Image: Artforia
Sekilas boneka tersebut memang terlihat seperti boneka hantu yang di buat saat halloween bukan? Tapi jangan salah, boneka tersebut bukan boneka yang di buat saat hallowen. Tapi, boneka tersebut sudah seperti jimat yang di yakini memiliki kemampuan untuk mendatangkan cuaca yang cerah dan dapat menghentikan hujan atau mencegah hujan.

Teru sendiri dalam bahasa Jepang yakni kata kerja yang artinya "bersinar" atau "cerah" sedangkan Bozu memiliki arti "Bhiksu". Boneka Teru Teru Bozu sangat populer di Jepang, terutama pada zaman Edo di antara masyarakat perkotaan, dimana anak-anak suka membuatnya sambil memohon agar cuaca di hari esok cerah dan dilakukan sambil bernyanyi lagu khas Teru Teru Bozu.

Lalu jika keinginannya terwujud atau cuaca cerah, secara tradisional boneka tersebut akan di gambari mata, lalu di berikan sesajen berupa sake suci yang di tuangkan ke boneka, kemudian di hanyutkan di sungai.

 

Namun tahukah kalian bahwa ada beberapa teori asal usul dari boneka Teru Teru Bozu?

 

  •  Anak-anak Jepang pada zaman Edo selalu menyanyikan lagu Teru Teru Bozu ketika membuat boneka Teru Teru Bozu, berikut di bawah ini adalah liriknya :

 

"Teru Teru Bozu, jadikanlah hari esok menjadi cerah, seperti langit di dalam mimpi waktu itu, jika esok cuaca cerah, aku akan memberimu sebuah lonceng emas.

Teru Teru Bozu, jadikanlah hari esok menjadi cerah, jika kau mengabulkan keinginanku, kita akan meminum anggur beras manis yang banyak.

Teru Teru Bozu, jadikanlah hari esok menjadi cerah, tapi jika awan menangis, aku akan memotong kepala mu."

Dari lirik di atas, ditujukan kepada seseorang atau Bhiksu. Karena dalam sebuah legenda dikatakan bahwa dahulu ada seorang Bhiksu yang bisa mendatangkan cuaca baik dan mengusir cuaca buruk. Disuatu ketika, bhiksu tersebut menjanjikan cuaca baik kepada seorang Tuan Tanah, namun ternyata cuaca tidak kunjung cerah dan hujan selalu turun. Lantas san Tuan tanah beserta warga lainnya memutuskan untuk memenggal kepala bhiksu tersebut, lalu kemudian dibungkus dan di gantungkan kepalanya di luar agar dapat menghentikan hujan yang terus turun.



  • Dalam legenda lainnya, dikatakan bahwa di saat itu hujan lebat dan petir terus-terusan melanda di suatu kota. Lalu kemudian ada suara dari langit yang memperingatkan orang-orang bahwa kota mereka akan terendam jika seorang gadis muda yang cantik tidak muncul ke luar. Demi menyelamatkan semua orang di kota, gadis cantik tersebutpun di korbankan dan di kirim ke luar rumah dengan sebuah sapu sebagai simbolis yang artinya dimana dia akan menyapu bersih awan hujan dari langit.

     
Image Captured From Video On Youtube

 

Untuk mengenang gadis pemberani tersebut yang dikatakan bernama  So-Chin-Nyan atau Souseijou , gadis - gadis lain pun membuat sosok dirinya dari potongan kertas dan menggantungkan boneka kertas tersebut di luar agar dapat menghentikan cuaca buruk/hujan. Kini Souseijou lebih dikenal dengan sebutan Teru Teru Bozu.

 

  • Dalam legenda lainnya pun di katakan bahwa, Sebuah teori yang kurang mengerikan menunjukkan jimat tersebut merupakan semangat yokai dari pegunungan yang disebut Hiyoribo, yang membawa cuaca cerah dan tidak dapat dilihat pada hari-hari hujan.

Image: Hyakumonogatari
  
Hiyoribo adalah legenda yang telah diwariskan selama bertahun-tahun di Jepang. Dia dikatakan berasal dari pegunungan prefektur Chiba Hitachi-no-kuni atau biasa di kenal Chiba. Hiyoribo dikatakan sebagai yokai yang membawa cuaca cerah, dan juga tidak bisa dilihat pada hari hujan.

Toriyama Seiken menggambarkan Hiyoribo dalam pajangan fotonya, dan menjelaskan bahwa yokai ini berasal dari teruteru bozu. Dia mengatakan bahwa ketika anak-anak menggantung teruteru bozu dan berdoa kepada mereka untuk membawa sinar matahari ke dalam hujan, sebenarnya adalah semangat Hiyoribo yang mereka doakan.
____________________________________________________

Begitulah kira-kira Histori awal mulanya Boneka Teru Teru Bozu. Namun, di karenakan banyaknya legenda mengenai awal mulanya boneka Teru Teru Bozu tersebut, yang pastinya masih belum di ketahui kebenaran mutlaknya. Namun, menurut Japan Weather Association, yang menjalankan aplikasi cuaca tenki.jp yang populer di negara Jepang, tradisi teru teru bozu menyebar ke Jepang dari China selama Periode Heian (794-1185)

Jika kalian suka dengan tulisan di blog ini, silahkan support kami dengan cara klik "Share" dan bagikan ke Facebook, Twitter, maupun media sosial lainnya. Dan Follow terus blog ini agar dapat mengetahui updatean selanjutnya.

Terima Kasih :) 


Jumat, 13 Oktober 2017

Boneka Daruma: Asal Usul Boneka Jepang Pembawa Keberuntungan dan Lambang Harapan

Boneka Daruma: Asal Usul Boneka Jepang Pembawa Keberuntungan dan Lambang Harapan

Boneka Daruma-san: Asal Usul Boneka Jepang Pembawa Keberuntungan dan Lambang Harapan merupakan sebuah boneka tradisional asal Jepang yang memiliki bentuk hampir bulat, tidak memiliki mata, dengan bagian dalam yang kosong, ada kumis serta tidak memiliki kaki dan tangan. 

Source: Wikipedia

Model boneka ini di ambil dari seorang Bodhidharma
juga dikenal sebagai Guru Dharma Tripitaka, yakni seorang bhiksu Beragama Budha pada abad ke-5. Menurut mitologi Shaolin, Bodhidharma dianggap sebagai pendiri mazhab Chan atau Zen agama Buddha dan aliran seni bela diri Siau Liem Sie Quanfa atau yang lebih dikenal sebagai Shaolin Kung Fu/ Shorinji Kempo.

Source: wikipedia

Meskipun pada umumnya boneka ini berwarna merah, namun sekarang sudah banyak variasi warnanya maupun desainnya. Meski dianggap sebagai omocha, yang berarti mainan, oleh beberapa orang, namun Daruma memiliki desain yang kaya akan simbolisme dan dianggap lebih sebagai jimat keberuntungan bagi orang Jepang. 

Keunikan dari boneka tersebut yakni akan selalu berdiri tegak meskipun kita miringkan, boneka tersebut akan kembali tegak dikarenakan adanya titik berat yang membuat boneka tersebut tetap tegak. Ini merupakan bentuk simbolisasi Daruma yang selalu bisa berdiri tegak sesuai dengan cerita ketegaran Bodhidharma yang bermeditasi selama 9 tahun menghadap tembok di vihara Shaolin.

Source: WE LOVE DARUMA

Sebenarnya di balik pewarnaan yang berbeda-beda tersebut tidak terlalu memiliki perbedaan. Namun, Dikarenakan tujuan komersial, beberapa warna diberi arti untuk membantu pelanggan bertujuan untuk tujuan dan keinginan tertentu.

Di bawah ini adalah asumsi umum dari setiap warna, namun beberapa pakar maupun para pembuat Daruma, masing-masing memiliki makna yang berbeda dan saling bertentangan, jadi pandanglah segala sesuatu sebagai opini umum dan bukan sebagai fakta.

   -Merah: Kesuksesan & keberuntungan
    -Putih: Kemurnian
    -Kuning atau Emas: Uang & ketenaran.
    -Hitam: Pencegahan Nasib Buruk/sial
    -Orange: Kesuksesan Sekolah
    -Biru: Pendidikan & Status Kerja
    -Hijau: Kesehatan & Kebugaran
    -Ungu: Peningkatan Diri & Kepribadian
    -Pink: Love & Romance
    -Perak: Status Sosial

 
Di samping itu, boneka tersebut memiliki nilai spiritual selain sebagai hiasan dekorasi rumah :
Tugas Daruma-san adalah memenuhi keinginan pemiliknya dalam waktu 1 tahun. 
Setelah kalian sudah memiliki boneka Daruma, kalian harus memberitahukannya tentang keinginan rahasia kalian dan berikan warna hitam pada mata kirinya.

Namun, beberapa orang bahkan menuliskan keinginan mereka di wajah boneka itu, ada juga yang menuliskan nama mereka di dagu Daruma.
Tapi dalam ritual cukup mewarnai mata kiri dengan tinta hitam saja. Kemudian dalam batas waktu 1 tahun berjalan,  Daruma harus di pajang di tempat paling mudah terlihat dan strategis di rumah Anda. 

Setelah jangka waktu permintaan telah selesai dan permintaan kalian terkabul ataupun tidak, maka Daruma sudah berusaha keras tapi tidak mampu melakukannya. Lantas yang perlu dilakukan selanjutnya setelah misinya sudah lewat, maka kamu juga harus mewarnai matanya yang kedua dengan tinta hitam.

Kemudian boneka Daruma harus beristirahat. Boneka tersebut harus dibawa kembali ke kuil buddhist. Ada upacara tertentu di mana ketika biksu membakar Daruma yang sudah menjalani periode selama 1 tahun.

Soucre: Daruma JP
Source: Wikipedia
  
Sejarah awal Munculnya Boneka Daruma:

Pada sekitar abad ke-5, DARUMA, Bapak dari aliran Buddhisme Zen, mulai menyadari pada akhirnya bahwa dia telah duduk selama sembilan tahun menghadap ke arah dinding, dan lantas pengajaran itu berhasil diajarkan dari generasi ke generasi oleh para pekerja magang, lalu menyebar ke China, dan ke Jepang. 

Pada tahun 1697, kuil Daruma-ji didirikan oleh Imam Shinetsu di kota Takasaki, Prefektur Gunma. Dia menggambar citra meditasi Zen dari DARUMA dan akan diedarkan di Tahun Baru setiap tahun, dan diasumsikan bahwa ini adalah awal dari boneka Takasaki Daruma.

Josef Kyburz, penulis buku "Omocha" mengatakan: bahwa pendiri Daruma-Dera akan Menggambar pesona Tahun Baru yang menggambarkan Bodhidharma. Umat jamaah akan mempertahankan daya tarik tersebut untuk "membawa kebahagiaan dan kemakmuran dan menangkal kecelakaan dan kemalangan".

Dipercaya juga bahwa patung Daruma kemudian berasal dari wilayah tersebut, ketika pendeta kesembilan, Togaku, menemukan sebuah solusi untuk menangani permintaan konstan umat jamaahnya untuk mendapatkan pesona/hal yang baru. Pesona/daya tarik/hal baru selalu dibutuhkan setiap satu tahun. Jadi orang selalu membutuhkan yang baru setiap tahun. 

 Dia memecahkan ini dengan mempercayakan mereka dengan membuat pesona "Daruma" mereka sendiri di awal periode Meiwa (1764-72). Sekitar akhir abad ke-18, Yamagata Goro mengukir boneka Daruma awal yang mendapat petunjuk dari cetakan yang pernah di buat dahulu oleh Pendeta Togaku, dan dia meletakkan kertas Jepang di atasnya sesudahnya.


Setelah itu, hingga sampai pada zaman sekarang, boneka Daruma menjadi sangat diperlukan dan populer di Jepang sebagai jimat penjaga yang mendoakan kesuksesan, kemakmuran bisnis maupun penangkal kesialan.

 
Source: daruma JP

   
Ada sebuah Festival Daruma Doll tahunan (達磨 市 daruma-ichi) yang diselenggarakan oleh kota Takasaki, Prefektur Gunma dalam perayaan hari jadi tempat kelahiran boneka Daruma. Perayaan ini diadakan di Shorinzan, nama lain dari Takasaki' "Daruma-Dera". 

Menurut situs kota Takasaki, Lebih dari 400.000 orang dari seluruh Dataran Kanto datang untuk membeli boneka keberuntungan baru untuk setiap tahunnya. Karena kota Takasaki memproduksi 80% boneka Daruma Jepang. Festival ini juga dilengkapi dengan pembacaan 24 jam sutra oleh para Bhiksu Shorinzan untuk perdamaian dunia.

Jadi bagi kalian yang sedang berkunjung ke Jepang di awal tahun baru, sebaiknya kalian mampir juga ke kota Takasaki di Prefektur Gunma, untuk membeli Boneka Daruma sebagai souvenir maupun untuk mengikuti festival tersebut. Karena ada berbagai macam model boneka Daruma dan paling lengkap di sana.

Berikut di bawah ini sebuah cuplikan video pembuatan boneka Daruma :

 

   

Source:

 

_________________________________________________

Berikut sejumlah informasi yang admin bisa berikan mengenai asal-usul Boneka Daruma-san yang sangat populer di Jepang sebagai boneka/jimat pembawa keberuntungan dan lambang harapan. Namun, tujuan dan makna di balik pembuatan boneka tersebut yakni untuk membuat seseorang yang memiliki keinginan atau harapan yang belum terwujud, agar mereka tetap terus berusaha dan berjuang keras selama satu tahun dan keinginannya tersebut di apresiasikan ke dalam boneka Daruma dengan memberikan warna mata hitam di bagian kiri.  

Jika kalian  suka dengan lrik ini, cukup bantu kami dengan cara klik tombol "Share" di kolom bawah ya!

Terima Kasih :)
 

Kamis, 12 Oktober 2017

Daruma-san ga Koronda - Permainan Petak Umpet Memanggil Hantu Paling Menyeramkan di Jepang

Daruma-san ga Koronda - Permainan Petak Umpet Memanggil Hantu Paling Menyeramkan di Jepang

Daruma-san ga Koronda merupakan sebuah permainan rakyat Jepang yang di mainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Permainan tersebut tidak beda jauh dengan permainan Petak Umpet pada umumnya, namun ada keunikan dalam permainan tersebut yang beda dengan petak umpet yang kita ketahui. 
 
Penjaga pos yang disebut Oni harus berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda ("Boneka Daruma jatuh") selesai diucapkan. Lalu disisi lain, Para pemain harus berusaha mendekati penjaga pos ketika kalimat "Daruma-san ga koronda" sedang diucapkan dan ketika kalimat tersebut berhenti di ucapkan, para pemain juga harus berhenti dan tidak boleh bergerak atau mereka akan menjadi tawanan.
 
Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka. Kunci dari permainan ini adalah perubahan irama serta cepat atau lambatnya dalam mengucapkan kalimat ajaib Daruma-san ga koronda. Permainan ini sangatlah populer di kalangan anak-anak.  
 
Namun, ada sebuah Cerita rakyat/ Urban Legend terhadap Permainan Daruma-san, atau di kenal dengan Permainan Ritual Petak Umpet Hantu / The Bath Game. 

Image Source
 
Daruma-san versi urban Legend sendiri merupakan sebuah ritual pemanggil arwah 'Daruma-san' di kamar mandi, tepatnya di bak mandi/Bathtub yang nantinya akan di ajak bermainan petak umpet yang dilakukan bersama hantu Daruma-san. Permainan ini sangatlah berbahaya dan tidak boleh kalian coba di rumah, mengingat konsekuensinya dari permainan tersebut. 
 
Dikatakan bahwa, siapapun yang bermain permainan tersebut, jika ia tidak bisa menuntaskan permainannya, maka seumur hidupnya ia akan selalu di ikuti oleh hantu 'Daruma-san' dan juga petaka buruk akan menimpanya. Begitulah yang tersebar rumornya.  

 
Ada pula beberapa ritual yang harus kalian lakukan sebelum melakukan permainan, namun admin tidak bisa mensharenya di sini di karenakan terlalu 'Bahaya' karena mengandung unsur pemanggilan roh/iblis/setan.  Karena siapapun yang bermain permainan ritual pemanggil roh ini, dikatakan bahwa dalam rumornya, Paginya setelah bangun tidur sehabis melakukan ritual ini, permainan sudah dimulai.
 
Akan ada hantu wanita bermata 1 yang akan mengikuti ke manapun kalian pergi, setiap kalian melihatnya ia akan menghilang, ketika kalian melirik ke bahu kanan kalian, maka kalian akan menangkap sekilas figur dari dirinya, ia akan lebih dekat, dan lebih dekat. Jangan sampai ia menangkap kalian, jika kalian sempat meliriknya dan ia terlalu dekat, kalian harus berteriak “TOMARE!” yang artinya 'berhenti', lalu lari secepat mungkin, kesempatan ini untuk kalian berlari sejauh mungkin menjauhi wanita bermata satu tersebut.
 
Untuk mengakhiri permainan ini, kalian harus melihat sekilas sosok/figur wanita ini dan berteriak “AKU AKAN MEMOTONGMU PERLAHAN!” kemudian ayunkan tangan kanan kalian dari atas ke bawah seperti gerakan memotong, kalian harus mengakhiri permainan ini sebelum tengah malam, jika tidak wanita ini akan muncul di mimpi kalian dan akan terus menghantui kalian.
 
Inti dari permainan tersebut sama halnya dengan permainan Petak umpet yang biasa di mainkan oleh orang-orang Jepang, namun bedanya permainan yang menggunakan ritual tersebut bermain dengan setan/hantu/jin. Jadi, jangan sekali-kali mencobanya guys terlalu bahaya!

Source: Amino Apps

Source: Onedio


Ada beberapa cerita mengenai asal usulnya Permainan Daruma-san tersebut, di antaranya:
 
- Ada sebuah cerita rakyat di Jepang yang mengatakan bahwa dahulunya 'Daruma-san' merupakan seorang putri dari kaisar yang mengalami kegagalan dalam mengurusi kerajaan. Sang kaisar pun mengalami keterpurukan setelah sang istri yang merupakan ibunya Daruma-san Meninggal. Sang kaisar pun memaksa si putri 'Daruma-san' untuk menikahi seorang pangeran yang memiliki usia dua kali dari dia yang bernama pangeran Zuko dari Amehara.

Singkat cerita Daruma San menolak menikah, sang kaisar pun sakit jantung dan meninggal. Pada malam hari di ruangan gelap pangeran Zuko dan beberapa pengawal mendatangi Daruma San dengan diam-diam. Awalnya Daruma San tidak merasa curiga tetapi dua penjaga menyekapnya, pangeran Zuko menarik busurnya dan mengenai mata kanan Daruma San.
 
Daruma San diseret paksa ke dalam bathtub dan diisi air sampai penuh, lalu pangeran Zuko menarik rambutnya dan membenturkan kepala Daruma San ke kran yang ada didekatnya.Sejak saat itu Daruma San ingin balas dendam. Dikatakan bahwa sosok Daruma San sangat menjijikan, rambutnya seperti dari sapu ijuk, giginya seperti hiu, bibirnya terkelupas mengeluarkan darah, kulitnya keriput dan mengelupas dan mata kanannya hilang.
 
 -Versi lainnya dari cerita tersebut, Dikisahkan kalau dulu, pernah ada seorang wanita yang secara misterius ditemukan tewas di dalam kamar mandi dengan posisi tertelungkup di dalam bathtub dan dengan salah satu bola mata yang tertancap di kran air.
 
Konon menurut cerita dari mulut ke mulut si wanita yang sepertinya masih remaja sedang bermain petak umpet, tapi karena licin ia terjatuh dengan posisi wajah menghantam kran air. Sejak saat itu konon, hantunya akan meneror siapa saja yang berani bermain dengannya.

Berikut di bawah ini seorang  youtuber berani mencoba permainan tersebut :




Sources :

_____________________________________

Berikut sejumlah informasi yang bisa admin berikan mengenai permainan Petak umpet 'Daruma-san ga Koronda' dan mengenai asal-usul Urban Legend: permainan ritual pemanggil roh "Daruma-san". Bagi  kalian yang penasaran seperti apa model ritual dari permainan tersebut, sebaiknya kalian cari sendiri ya di google, di sana ada begitu banyak cara memainkan ritual permainan tersebut dan tersebar luas. Namun, admin peringatkan jangan sekali kali mencoba permainan ritual yang mengandung unsur pemanggilan roh/setan/iblis/jin tersebut jika kalian tidak mau menerima resiko.
 
Jika kalian suka dengan tulisan di blog ini, silahkan support kami dengan cara klik "Share" dan bagikan ke Facebook maupun media sosial lainnya. Dan follow terus blog ini agar mengetahui updatean terbaru dari JapanDaisukiii.
 
Terima Kasih :)